Profil PT Marga Mandalasakti


PT Marga Mandalasakti (Perseroan) berdiri pada tanggal 4 Oktober 1989 di Jakarta dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 1 April 1990. Sebagai bagian dari Grup Astra, pada Februari 2017, Perseroan meluncurkan brand name ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer). Perseroan mengoperasikan ruas Jalan Tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45 Km yang menghubungkan Tangerang Barat sampai Merak, ujung barat Pulau Jawa. Jalan tol ini melalui 3 wilayah yaitu Tangerang, Serang, dan Cilegon.

Jalan Tol Tangerang-Merak dibangun secara bertahap melalui skema Build, Operate and Transfer (BOT) pada tahun 1992 sampai dengan 1996. Kegiatan Perseroan adalah sebagai pelaksana pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan Jalan Tol Tangerang-Merak.

Pemegang saham mayoritas Perseroan adalah PT Astratel Nusantara sejak tanggal 18 Januari 2018 merubah nama menjadi PT Astra Tol Nusantara (ATN), merupakan anak perusahaan PT Astra International Tbk, yang menjalankan bisnis di bidang infrastruktur, dengan kepemilikan sebesar 79,3%. ATN merupakan bagian dari Astra Infra. Pemegang saham lainnya adalah Capital Holding Investment ltd 15,69%, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 1,94%, PT Hanurata 1,42%, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk 0,47%, PT Taspen (Persero) 0,45%, BPJS Ketenagakerjaan 0,45% dan Yayasan Sarana Wana Jaya 0,27%.

Jalan Tol Tangerang-Merak memiliki 10 Gerbang Tol, yaitu Gerbang Tol Cikupa, Balaraja Timur, Balaraja Barat, Cikande, Ciujung, Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur, Cilegon Barat, dan Merak. Pada 10 gerbang ini terdapat 89 lajur transaksi, dimana 21 di antaranya merupakan Gardu Tol Otomatis (GTO). Tersedia layanan pendukung bagi pengguna jalan tol antara lain: 5 unit Ambulance, 5 unit kendaraan Layanan Lalu Lintas, 14 unit kendaraan Derek, 2 unit Kendaraan Rescue dan 1 unit Rescue Truck, serta 2 unit Kendaraan Manlift. Sebagai pemberian informasi kepada pengguna jalan, terdapat 21 unit Variable Message Sign (VMS), dan 134 unit kamera pantau untuk memonitor keadaan di jalur. Dipasang juga 1.666 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) dan 77 unit Lampu Peringatan. Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) tersedia di KM 68 dan KM 43 arah Merak dan KM 68 dan KM 45 arah Jakarta.

Perseroan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya layanan terbaik kepada pengguna Jalan Tol Tangerang-Merak. Dengan demikian diharapkan keberadaan jalan tol ini dapat bermanfaat dan mendukung pengembangan perekonomian Indonesia khususnya Provinsi Banten dan sekitarnya baik pada sektor industri, perdagangan maupun pariwisata.